Dalam agama islam, ilmu memiliki kedudukan yang istimewa, karena ilmu merupakan landasan/pondasi pertama yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Dan hal yang sudah dipahami setiap muslim bahwa lima ayat pertama yang diturunkan kapada Rasulullah, sangat berkaitan erat dengan ilmu. Ilmu diletakkan sebagai pondasi dalam setiap sendi kehidupan. Tidak mungkin seseorang dapat beramal dengan benar, tanpa disertai dengan ilmu, terutama ilmu agama.
Rasulullah bersabda : Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka akan dipahamkan dia dalam agama". (Bukhari dan Muslim).
Al-imam Ibnul Qoyyim berkata tentang hadist di atas : "Maksud keutamaan dalam hadist ini adalah faqih, yaitu berilmu yang mengharuskan dia beramal. Jika yang dimaksud sekedar berilmu saja, maka hadits ini tidak menunjukkan bahwa orang yang paham dalam agama akan mendapatkan kebaikan." (Miftah Dar as-Sa'adah).
Sebab itulah, jika seorang muslim telah menempuh jalan untuk menuntut ilmu (agama), maka dia telah termasuk orang yang dikehendaki kebaikan atasnya oleh Allah. Namun seperti apa yang telah ditafsirkan syaikhul islam tadi, bahwa sekedar paham dan pintar dalam hal ilmu agama saja belumlah cukup, tetapi ia mesti disertai dengan pengamalan dari ilmu yang dimilikinya.
Kerap kita temukan alasan sebagian orang yang tidak mau mendalami ilmu agama karena takut tidak bisa mengamalkan. Katanya, jika kita tahu tapi tidak mengamalkan, maka kita akan berdosa. Namun sebagian kita lupa bahwa bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa salam bersabda dalam hadist shahih yang lain bahwa "menuntut ilmu (agama) adalah kewajiban bagi setiap muslimin." Sehingga kita bisa terkena dua kesalahan sekaligus dalam hal ini, yakni meninggalkan kewajiban dalam menuntut ilmu agama dan kewajiban dalam mengamalkannya.
Semoga kita tidak termasuk yang demikian ........... Amiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar